Mencari bahagia

Posted: 13, 2015 in Uncategorized

Setiap orang mendambakan hidup bahagia. Setiap
orang berupaya mencari cara untuk mencapainya.
Ada yang mencarinya melalui harta, tahta, pria dan
wanita ada pula yang mencarinya melalui sorga.
Yang berupaya mencari bahagia melalui harta,
tahta, pria dan wanita akan mencurahkan seluruh
waktu dan tenaganya mengejar harta, tahta, pria
dan wanita. Apakah mereka mendapatkannya?
Bukannya mendapat bahagia, tetapi malah semakin
dahaga. Ketika harta, tahta, pria dan wanita telah
menumpuk, mereka malah menjadi hamba. Meski
harta mereka telah berlaksa juta, tetapi saat ada
secuil yang akan sirna, mereka merasa kehilangan
seluruh dunia.
Gara-gara indeks pasar modal grafiknya melorot,
melorot pula kesehatannya. Panik, takut menjadi
miskin, walau Lamborghini dan Mercy masih
menghuni garasi. Ketika tahta telah direngkuh, hati
tak lagi teduh, sebab takut banyak gaduh yang bisa
berakibat kursi jatuh. Ketika pria, wanita atau
keduanya telah di sisi kita, cemburu buta mulai
mendera. Semua pihak dianggap penggoda yang
bisa membuat cinta sirna. Atau kita jadi bosan dan
kehilangan kesan. Sehingga kita tidak kerasan,
karena pasangan menjadi lawan.

Tak beda bagi mereka yang mengejar bahagia
melalui jalur sorga. Seluruh waktu dan tenaga
diarahkan kepada langit. Jika ada hal yang tak
sesuai membuat mereka sengit dan segera menyalak
dan menggiggit. Sering-sering mereka menyambit
pakai sabit. Ketika ada yang tak sepaham dianggap
sakit. Para pejalan di jalur sorga ini suka
mengernyit. Mengawasi segala derit dan decit
sampai sembelit. Bukannya bahagia, mereka malah
sakit.

Kebahagian yang di cari dan di kejar tidak selalu menghasilkan “bahagia yg sesungguhnya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s