100 hari pemerintahan SBY jilid 2

Posted: 28, 2010 in Uncategorized

Hari ini tgl 28 januari  genap seratus hari SBY menjadi kepala negara yang ke dua kalinya,hari ini perpolitikan kita semua terpusat perhatian pada kerja SBY yang di nilai dengan bermacam macam pendapat, ada yang pro ataupun kontra.

Demontrasi dimana mana hampir di semua kota, mahasiswa atau elemen masyarakat lainmya melakukannya,ada yang berlangsung tertib ataupun sedikit kericuhan.

Saya sebagai rakyat biasa yang hanya bisa menonton dan memperhatikan segala riuh suasana ini,dibuat bingung dengan sikap pejabat ataupun pelaku demontrasi ,semua merasa pendapatnya benar dan saling lempar pernyataan.

Saya tidak tahu sebetulnya apa sih program 100 hari pemeritahan ini dan batasan apa yang dinilai bahwa program ini berhasil,berbagai pihak mempunyai standar masing masing dalai menilainya .

Tapi sebagai rakyat biasa yang tidak berpihak pada golongan apapun merasakan bahwa belum ada perubahan yang mendasar dari pemeritahan SBY jilid satu sampai dengan  terplih kembali sekarang.Semua berjalan biasa saja dalam hal ekonomi dan kehidupan sehari hari.

Postingan dari situs lain:

Program 100 hari pemerintahan SBY

Program 100 Hari Pemerintahan SBY – Pemerintah dibawah kepemimpinan SBY telah menetapkan program 100 hari bersama Kabinet Indonesia Bersatu (KIB II). Dan pemerintah optimis dalam 5 tahun kedepan Program yang mereka usung telah jadi.

Berikut 15 program pilihan tersebut yang disampaikan Presiden seusai Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta.

1. Pemberantasan mafia hukum
2. Revitalisas industri pertahanan
3. Penanggulangan terorisme
4. Meningkatkan daya listrik di seluruh Indonesia
5. Meningkatkan produksi dan ketahanan pangan
6. Revitalisasi pabrik pupuk dan gula
7. Mengurai keruwetan agraria dan tata ruang
8. Membangun infrastruktur
9. Mengucurkan Rp 100 triliun per tahun untuk kredit usaha kecil dan menengah
10. Mencari solusi pembiayaan dan investasi
11. Merumuskan kontribusi Indonesia dalam isu perubahan iklim dan lingkungan
12. Reformasi kesehatan
13. Menyinkronkan antara pendidikan dan dunia kerja
14. Kesiapsiagaan penanggulangan bencana
15. Sinergi antara pusat dan daerah

Ini berbagai kritikan atas program 100 hari ini

Selama 100 hari pemerintahan SBY, mafia hukum semakin marak, terjadi pelemahan institusi penegak hukum, hal ini terlihat jelas dari belum tuntasnya kasus Century,” katanya.

Para mahasiswa juga menyoroti rendahnya kualitas pendidikan, serta anggaran 20 persen pendidikan yang juga belum dipenuhi. Pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu rapor merah SBY, dimana pelayanan Jamkesmas masih amburadul.(koran sore Wawasan 29 01 10 )………………………………..“Kami dari HMI memberikan rapor merah kepada pemerintahan SBY-Boediono. Karena selama 100 hari, masyarakat tidak merasakan adanya program yang benar-benar mengenai rakyat,” kata Ketua Umum HMI Jakarta Hendra Ferdiansyah di Bundaran HI, Jakarta, Kamis (28/1/2010).

HMI masih bersikap baik karena kegagalan itu hanya sebagai peringatan atau warning kepada Presiden Yudhoyono. HMI memberi waktu enam bulan kepada Presiden dan menteri-menterinya untuk memperbaiki kinerja mereka. Jika tidak, HMI meminta Presiden Yudhoyono mundur dari jabatannya dengan hormat. “Kalau dalam satu semester pemerintahan SBY masih merah juga, dia (Presiden Yudhoyono) harus turun secara hormat,” tandasnya.

Menurut Hendra, kegagalan pemerintah terjadi di segala aspek kehidupan. Pemerintah gagal dalam ideologi karena masih menggunakan ideologi neoliberalisme. Di bidang kesejahteraan, pemerintah tidak mampu menyejahterakan rakyatnya, dengan mahalnya harga sembako. “Masih banyak orang yang tinggal di kolong jembatan. Masih banyak orang yang tidak bisa makan. Apanya yang sejahtera,” cetusnya.

Di bidang hukum, Presiden Yudhoyono tak bersikap tegas dalam supremasi hukum. “Kriminalisasi KPK menunjukkan pemerintah tidak mampu melawan koruptor. Diperparah dengan dibentuknya satgas yang tidak efektif. Apalagi RPP Penyadapan yang telah mengerdilkan tugas KPK,” ujarnya.

Secara ekonomi, pemerintah juga gagal karena diketahui pemerintah justru menolong bank kecil tak berdampak sistemik, Bank Century, dengan uang Rp 6,7 triliun. “Pansus Bank Century dalam tugasnya justru mempertontonkan parodi politik dan lobi-lobi demi kepentingan partai masing-masing,” katanya.(Kompas 28 01  10 )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s