Sayuran

Sayuran merupakan jenis menu yang umum dipilih yang dapat mewakili tumbuhan darat. Jenis sayurnya tidak dipilih begitu saja karena tiap sayur juga mengandung perlambang tertentu. Sayuran yang umum ada adalah:

a.    Urap

Urap merupakan kelapa parut yang dibumbui untuk campuran sayur-sayuran yang direbus. Kata urap senada dengan uripatau hidup, artinya mampu menghidupi atau mampu menafkahi keluarga. Uripberarti juga sumber kehidupan. Sayuran merupakan pralambang dari alam semesta yang memberi kehidupan bagi manusia.

b.    Kangkung
Sayur ini bisa tumbuh di air dan di darat, begitu juga yang diharapkan pada manusia semoga sanggup hidup di mana saja dan dalam kondisi apa pun, teguh, ulet dan pantang menyerah. Kangkung sama dengan jinangkung (terwujud/tercapai) yang berarti mengandung harapan agar apa yang menjadi cira-cita bisa tercapai.

c.    Bayam

Bayam mempunyai warna hijau muda yang menyejukkan dan bentuk daunnya sederhana tidak banyak lekukan. Sayur ini melambangkan kehidupan yang ayem tenterem (aman dan damai), tidak banyak konflik seperti sederhananya bentuk daun dan sejuknya warna hijau pada sayur bayam.

d.   Kacang Panjang

Kacang panjang harus hadir utuh, tanpa dipotong. Maksudnya agar manusia hendaknya selalu berpikir panjang sebelum bertindak. Selain itu kacang panjang juga melambangkan umur panjang.

Lauk-Pauk

a. Ikan Lele

Ikan Lele: dahulu lauk ikan yang digunakan adalah ikan lele. Ikan lele merupakan jenis ikan yang tahan hidup di air yang tidak mengalir. Ikan ini juga senantiasa hidup di dasar sungai. Makna yang terkandung dalam ikan lele adalah symbol ketabahan, keuletan dalam hidup, kerendahan hati, dan sanggup hidup dalam situasi ekonomi yang paling bawah sekalipun, juga hendaknya tidak sungkan meniti karier dari bawah.

b. Ikan Teri

Jenis ikan ini hidup di laut dan selalu hidup bergerombol. Ikan teri dimaksudkan sebagai simbol kebersamaan dan simbol kerukuan. Biasanya dalam sajian nasi tumpung ikan ini digoreng dengan tepung, dibuat seperti rempeyek. Ikan bergeombol dan tidak terpisah-pisah.

c. Telur

Telur direbus dan biasanya disajikan utuh bersama kulitnya, tidak dipotong – sehingga, sehingga untuk memakannya harus dikupas terlebih dahulu. Hal tersebut mu melambangkan bahwa semua tindakan kita harus direncanakan (dikupas), dikerjakan sesuai rencana dan dievaluasi hasilnya demi kesempurnaan.Piwulang jawa mengajarkan “Tata, Titi, Titis dan Tatas”, yang berarti etos kerja yang baik adalah kerja yang terencana, teliti, tepat perhitungan,dan diselesaikan dengan tuntas. Telur juga melambangkan manusia diciptakan Tuhan dengan derajat yang sama, yang membedakan hanyalah sifat dan tingkah lakunya.

Pitutur ngawur

Posted: 16, 2015 in Uncategorized

Pitutur Jowo Asli
Pitutur Jowo asli ojo dilalekno
Urip iku mung sedelo
Mulo ojo digawe sengsoro
Ayo podo makaryo golek bondo
Ning ojo lali karo wanito
Sing disebut surgo ndunyo
Bojo limo ra popo
Ben iso kelonan saben dino
Seminggu iku pitung ndino
Dadi sing rong dino iso nyilih rondo
Ra usah mikir duso
Sing Kuwoso iku gede pangapuro
Mulo konco…
Tulung pitutur iki disebarno marang konco lan Moro Tuo
Kowe bakal diantem nganggo tugelan boto
Ra percoyo cubo buktino!!!
Sing meneng berarti rumongso
Sing mesem lan ngguyu berarti kulino …
Sing manyun berarti ra’iso boso jowo

Mencari bahagia

Posted: 13, 2015 in Uncategorized

Setiap orang mendambakan hidup bahagia. Setiap
orang berupaya mencari cara untuk mencapainya.
Ada yang mencarinya melalui harta, tahta, pria dan
wanita ada pula yang mencarinya melalui sorga.
Yang berupaya mencari bahagia melalui harta,
tahta, pria dan wanita akan mencurahkan seluruh
waktu dan tenaganya mengejar harta, tahta, pria
dan wanita. Apakah mereka mendapatkannya?
Bukannya mendapat bahagia, tetapi malah semakin
dahaga. Ketika harta, tahta, pria dan wanita telah
menumpuk, mereka malah menjadi hamba. Meski
harta mereka telah berlaksa juta, tetapi saat ada
secuil yang akan sirna, mereka merasa kehilangan
seluruh dunia.
Gara-gara indeks pasar modal grafiknya melorot,
melorot pula kesehatannya. Panik, takut menjadi
miskin, walau Lamborghini dan Mercy masih
menghuni garasi. Ketika tahta telah direngkuh, hati
tak lagi teduh, sebab takut banyak gaduh yang bisa
berakibat kursi jatuh. Ketika pria, wanita atau
keduanya telah di sisi kita, cemburu buta mulai
mendera. Semua pihak dianggap penggoda yang
bisa membuat cinta sirna. Atau kita jadi bosan dan
kehilangan kesan. Sehingga kita tidak kerasan,
karena pasangan menjadi lawan.

Tak beda bagi mereka yang mengejar bahagia
melalui jalur sorga. Seluruh waktu dan tenaga
diarahkan kepada langit. Jika ada hal yang tak
sesuai membuat mereka sengit dan segera menyalak
dan menggiggit. Sering-sering mereka menyambit
pakai sabit. Ketika ada yang tak sepaham dianggap
sakit. Para pejalan di jalur sorga ini suka
mengernyit. Mengawasi segala derit dan decit
sampai sembelit. Bukannya bahagia, mereka malah
sakit.

Kebahagian yang di cari dan di kejar tidak selalu menghasilkan “bahagia yg sesungguhnya”

inu (anak kota yang belum tau bahasa jawa halus
secara benar)
suatu hari inu melancong ke kota kecil di jawa tengah,
siang yang panas inu mencoba beli es cendol ke
pedagang dipinggiran jalan
inu : bang es cendolnya satu dong,
tukang cendol : mpun telas den (sudah habis mas)
inu : yaeyalah pakai gelas dong bang, satu ya…
tukang cendol : mpun mboten enten den (sudah tidak
ada mas *es cendolnya)
inu : yah pakai nanya segala, ya pakai santen lah bang,
tukang cendol : oh dasar wong gendeng! (oh dasar
orang gila)
inu : wah bang gimana sih, masa mau pakai bandeng
juga *bingung
tukang cendol : wong edan!
inu : yah, malah dikirain pesen degan!
(mas-mas samping inu lalu menjadi translator dadakan
dan memberitahu inu apa arti perkataan tukang cendol
tadi)
tanpa sepatah kata pun tukang cendol yang jengkel itu
meninggalkan inu yang sudah dari tadi melet2
kepanasan, dan inu pun tak mendapat es cendol
setetespun.

Hakim : “Anda kenal dengan tersangka?”
UDIN : “Tidak pak!”
Hakim (mengulang) : “Anda tidak kenal dengan orang
ini?”
UDIN : “Kalau dia kenal, namanya Kadir, bukan
Tersangka.”
Hakim (mulai jengkel) : “Jadi anda kenal dengan
saudara Kadir?”
UDIN : “Tidak Pak.”
Hakim (geram): “Lhoo… Tadi katanya kenal?!”
UDIN : “Sama Kadir kenal, sama saudaranya tidak!”
Hakim : “GRRRRR!”
* Lempar UDIN pake palu kena hidung *

Doa 2

Posted: 18, 2014 in Uncategorized

Tuhan, bantulah kami untuk semakin mengenal orang-orang terdekat kami dengan baik agar kami mampu memperlakukan mereka secara tepat dan benar. Amin.

Renungan hari ini

Posted: 10, 2014 in Uncategorized

“Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan”
Hidup kita tidak selalu berjalan dengan baik atau tanpa masalah. Ada kalanya kita sungguh merasakan letih dan lesu karena satu atau lebih beban yang harus kita tanggung. Dalam keadaan seperti itu, seringkali kita digoda untuk semakin menjauh dari Tuhan. Roh jahat membujuk kita untuk “berasionalisasi” macam-macam, misalnya: kalau Tuhan baik, mengapa Ia membiarkan saya menderita dengan segala macam beban hidup ini, mengapa Tuhan tidak mendengarkan doa yang telah sekian lama saya panjatkan, buat apa lagi saya berdoa, dll, dll. Mungkin, dalam keadaan seperti itu, kita berdoa dengan perasaan yang tidak enak, tidak nyaman dan terasa hampa. Namun, bagaimana pun juga harus kita lakukan. Ibaratnya seperti pada saat kita sedang sakit, seenak apapun makanan yang disajikan lidah kita merasakan tidak enak. Namun kita tetap harus memakannya supaya mendapatkan kekuatan. Masih ditambah lagi obat atau jamu yang rasanya tidak enak, tetapi juga harus kita makan. Pengalaman saya sendiri, hadir di hadapan Tuhan, lebih-lebih pada saat hidup ini terasa berbeban berat, meski tidak serta-merta membuat beban itu hilang atau semua masalah terselesaikan, namun selalu dan sungguh mendapatkan ketenangan. Ketenangan itulah yang membuat kita bisa berpikir jernih dan bertindak bijaksana sehingga pelan-pelan bisa mengatasi persoalan yang kita hadapi.